Bandung, 16 Oktober 2026 – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan program desa bahasa asing sebagai upaya meningkatkan kemampuan komunikasi masyarakat sekaligus memperluas kesempatan kerja. Program tersebut diarahkan untuk membantu warga, khususnya generasi muda, menguasai bahasa asing yang dibutuhkan dalam dunia industri dan pasar tenaga kerja internasional. Kemampuan berbahasa asing dinilai menjadi salah satu keterampilan penting dalam menghadapi persaingan kerja yang semakin kompetitif. Melalui program tersebut, masyarakat diharapkan memiliki bekal tambahan untuk memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga ingin mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia hingga tingkat desa.
Pengembangan desa bahasa asing menjadi salah satu pendekatan untuk menghadirkan pendidikan keterampilan yang lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Selama ini, kesempatan mengikuti kursus bahasa asing sering kali terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Kondisi tersebut dapat menjadi kendala bagi warga desa yang memiliki keterbatasan akses terhadap lembaga pelatihan. Dengan menghadirkan pembelajaran di lingkungan desa, masyarakat berpeluang memperoleh keterampilan tanpa harus menempuh perjalanan jauh. Pendekatan ini juga diharapkan mampu mengurangi kesenjangan akses pendidikan nonformal antara wilayah perkotaan dan perdesaan.
Dedi Mulyadi memandang penguasaan bahasa asing sebagai salah satu modal penting bagi masyarakat yang ingin bekerja di luar daerah maupun luar negeri. Berbagai sektor industri membutuhkan tenaga kerja yang mampu berkomunikasi dengan mitra, pelanggan, dan perusahaan internasional. Kemampuan bahasa juga dapat membantu pekerja memahami petunjuk keselamatan, aturan perusahaan, serta budaya kerja di negara tujuan. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa asing perlu disesuaikan dengan kebutuhan lapangan pekerjaan yang tersedia. Program desa bahasa diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan dasar, tetapi juga membangun keterampilan komunikasi yang dapat digunakan secara praktis.
Bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang banyak dibutuhkan dalam dunia kerja karena digunakan secara luas dalam komunikasi internasional. Selain itu, bahasa Jepang, Korea, Mandarin, dan bahasa asing lainnya juga memiliki relevansi dengan kebutuhan tenaga kerja pada sektor tertentu. Pemilihan bahasa yang diajarkan perlu mempertimbangkan peluang pekerjaan dan potensi ekonomi masyarakat di setiap wilayah. Dengan pendekatan tersebut, peserta pelatihan dapat mempelajari keterampilan yang memiliki manfaat langsung bagi pengembangan karier. Pemerintah daerah juga perlu memastikan materi pembelajaran sesuai dengan kemampuan awal dan kebutuhan peserta.
Pelaksanaan program desa bahasa asing membutuhkan dukungan tenaga pengajar yang memiliki kompetensi memadai. Pengajar tidak hanya dituntut menguasai tata bahasa dan kosakata, tetapi juga mampu membangun suasana pembelajaran yang aktif dan mudah dipahami. Metode praktik percakapan dapat menjadi bagian penting agar peserta terbiasa menggunakan bahasa asing dalam situasi sehari-hari. Selain pembelajaran tatap muka, pemanfaatan teknologi digital berpotensi memperluas akses terhadap materi dan latihan bahasa. Dukungan fasilitas pembelajaran yang memadai akan membantu meningkatkan efektivitas program tersebut.
Program ini juga berpotensi mendukung pengembangan ekonomi desa di luar sektor ketenagakerjaan formal. Masyarakat yang memiliki kemampuan bahasa asing dapat memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan pariwisata, perdagangan, dan pelayanan kepada wisatawan mancanegara. Pelaku usaha kecil dan menengah juga berpeluang memperluas jaringan pemasaran apabila mampu berkomunikasi dengan calon pembeli dari luar negeri. Dengan demikian, keterampilan bahasa asing dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat. Pengembangan program diharapkan mampu mendorong munculnya kegiatan usaha baru yang berbasis pada potensi lokal.
Meski memiliki prospek positif, pelaksanaan program desa bahasa asing memerlukan perencanaan dan evaluasi yang berkelanjutan. Pemerintah daerah perlu memperhatikan kesiapan tenaga pengajar, ketersediaan anggaran, serta minat masyarakat untuk mengikuti pelatihan. Kerja sama dengan lembaga pendidikan, balai latihan kerja, dan perusahaan dapat membantu memastikan keterampilan yang diajarkan sesuai dengan kebutuhan pasar. Selain itu, peserta yang ingin bekerja di luar negeri tetap harus memahami prosedur penempatan tenaga kerja secara resmi dan aman. Penguasaan bahasa asing perlu diimbangi dengan kompetensi teknis serta pengetahuan mengenai hak dan kewajiban pekerja.
Rencana pengembangan desa bahasa asing di Jawa Barat menjadi bagian dari upaya meningkatkan daya saing tenaga kerja melalui pendidikan berbasis kebutuhan masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat memberikan kesempatan yang lebih merata bagi warga desa untuk mengembangkan keterampilan komunikasi internasional. Keberhasilannya akan sangat bergantung pada kesinambungan pelatihan, kualitas pengajaran, dan keterhubungan dengan peluang kerja yang nyata. Pemerintah Provinsi Jawa Barat diharapkan dapat membangun kolaborasi dengan berbagai pihak agar manfaat program menjangkau lebih banyak masyarakat. Melalui peningkatan kemampuan bahasa asing, generasi muda Jawa Barat diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk memperoleh pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.





