Riau Bedelau 2025–2029: Fokus Ekonomi Kerakyatan, Karbon dan Infrastruktur, Tantang Defisit APBD

Provinsi Riau menggelar Musrenbang RPJMD 2025–2029, menetapkan visi “Riau Bedelau” — berbudaya Melayu, dinamis, ekologis, religius, dan maju. Gubernur Abdul Wahid menegaskan program lima tahunan ini akan mengutamakan pembangunan ekonomi masyarakat, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan .


1. Ekonomi Kerakyatan & Infrastruktur

Gubernur menyoroti penguatan sarana publik dan meningkatkan nilai tambah komoditas lokal seperti kelapa sawit, karet, kelapa, dan sagu. Pembangunan kawasan ekonomi terpadu diharapkan bisa mendorong kesejahteraan rakyat riauin.com.


2. Mendorong Pendapatan Asli Daerah

Ketua DPRD Edi Basri mendesak pemprov menggali potensi PAD, khususnya pajak kendaraan dan pajak air—untuk menutup defisit APBD sekitar Rp2 triliun riauin.com+1riauin.com+1. Selain itu, realisasi APBD hingga April 2025 mencatat surplus Rp139 miliar, sebagai bukti efisiensi pengelolaan anggaran liputanoke.com+7infopublik.id+7riauin.com+7.


3. Perdagangan Karbon & Lingkungan

Riau menargetkan Rp4 triliun dalam empat tahun ke depan dari perdagangan karbon. Pemerintah fokus menjaga penurunan emisi hingga 200.000 ton per tahun dan mendapat dukungan dari negara maju, seperti Inggris melalui mekanisme REDD+ antaranews.com+1liputanoke.com+1.


4. Kemajuan Sosial & Pengurangan Kemiskinan

Triwulan I‑2025, ekonomi Riau tumbuh 4,65 % year-on-year, dengan tingkat kemiskinan turun menjadi 6,36 % dan pengangguran ke 3,70 %. Angka Gini ratio juga menunjukkan perbaikan distribusi pendapatan m.halloriau.com+1riau.bps.go.id+1. Pemerataan pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama.


5. Sinergi Regional dan Kolaborasi Daerah

Kabupaten/kota, seperti Bengkalis, menyatakan komitmen mendukung RPJMD 2025–2029 di forum Musrenbang. Dirjen Bina Bangda dan Bappenas juga menekankan pentingnya integrasi isu strategis, seperti krisis lahan dan distribusi pangan en.wikipedia.org+9iniriau.com+9riaupembaruan.com+9.


🔍 Ringkasan


🎯 Kesimpulan

Riau menatap lima tahun ke depan dengan strategi pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Ekonomi kerakyatan, perdagangan karbon, dan optimalisasi PAD diharapkan menjadi sumber daya untuk memperkuat infrastruktur dan layanan dasar. Sinergi daerah dan keterlibatan multi-pihak menjadi kunci agar visi Riau Bedelau bukan sekadar slogan, tapi benar-benar membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

Related Posts

“Investasi Asing di Sektor Energi Indonesia: Arah dan Dampaknya”

Indonesia terus menarik perhatian investor asing di sektor energi, mencatatkan investasi signifikan yang mendukung transisi energi dan pembangunan infrastruktur. Beberapa proyek besar menunjukkan komitmen global terhadap potensi energi Indonesia.liputan6.com+1kompas.id+1 1.…

“BI Pangkas Suku Bunga 25 Bps ke 5,25%: Langkah Strategis Menghadapi Tekanan Eksternal dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi”

Pada 16 Juli 2025, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya BI untuk menjaga stabilitas…

You Missed

Gajah – Tulus: Lagu Masa Kecil Penuh Makna

Kau Adalah – Isyana Sarasvati & Rayi: Romansa yang Manis

Bali United Tundukkan PSIS Semarang di Pertandingan Sengit

PSS Sleman Tampil Menggigit Meski Kalah Tipis dari Persikabo

Cantik – Kahitna: Kekaguman pada Sosok Tersayang

Dekat di Hati – RAN: Kehangatan Cinta yang Selalu Ada