Riau Bidik Rp4 Triliun dari Perdagangan Karbon di 2025–2029: Ekonomi Hijau Jadi Andalan Baru

Pemerintah Provinsi Riau resmi menetapkan strategi besar dalam RPJMD 2025–2029: menggenjot pendapatan melalui perdagangan karbon. Dengan visi “Riau Bedelau” yang mengedepankan pembangunan inklusif dan ramah lingkungan, provinsi ini menargetkan pendapatan Rp4 triliun dari skema kredit karbon dalam lima tahun ke depan .


🌿 1. Mekanisme & Skema Kredit Karbon

Gubernur Abdul Wahid menjelaskan bahwa potensi pendapatan itu berdasar estimasi pengurangan emisi hingga 200.000 ton per tahun. Berdasarkan harga pasar—US$5 dari Bank Dunia hingga US$30 dari lembaga seperti UNEP—Riau bisa memperoleh dana signifikan sambil menjaga hutan sebagai penyerap karbon riaupos.jawapos.com+11antaranews.com+11riaupos.jawapos.com+11.


🌐 2. Riau di Panggung Global

Dalam London Climate Action Week pekan lalu, Gubri bersama Kepala Bappeda Riau dipuji oleh investor global seperti Shell, Microsoft, dan Citigroup. Pertemuan juga menjajaki kerja sama dengan ART TREES—organisasi yang menyediakan standar dan metodologi REDD+ (TREES) dalam perdagangan karbon antaranews.com+7iniriau.com+7iniriau.com+7.


🏛️ 3. Kesiapan Regulasi & Kolaborasi

Riau telah menyusun dokumen Safeguards REDD+, mematuhi Perpres No.98 Tahun 2021, dan melaksanakan konsultasi publik sejak Desember 2024. Ini merupakan bukti komitmen antara pemerintah daerah, pusat, dan masyarakat adat riaupos.jawapos.com+7ppid.riau.go.id+7regional.kompas.com+7.


📈 4. Dampak Sosial & Ekonomi

Pendapatan karbon akan digunakan untuk berbagai sektor: infrastruktur, pertanian, kesehatan, dan transportasi. Ketahanan fiskal Riau diperkuat dengan memanfaatkan peluang ini di tengah keterbatasan dana APBD antaranews.com+1iniriau.com+1.


📊 Ringkasan

Aspek Rincian
Target Pendapatan Rp4 triliun dalam 5 tahun (2025–2029) dari pengurangan 200.000 ton/tahun antaranews.com
Harga Karbon US$5–30 per ton, tergantung lembaga donatur
Investor Global Shell, Microsoft, Citigroup, Standard Chartered, GLA, dan ART TREES
Regulasi Lokal & Dokumen Safeguards REDD+, pasal 6 Paris Agreement, dukungan KLHK
Penggunaan Dana Infrastruktur hijau, sektor sosial, dan pengembangan daerah

🎯 Kesimpulan

Riau bergerak cepat menjadi provinsi pionir dalam pasar karbon Indonesia. Dengan potensi ekonomi dan ekologi, langkah ini menunjukkan bahwa daerah bisa berperan penting dalam transisi global menuju ekonomi hijau. Perdagangan karbon pun diposisikan sebagai instrumen fiskal dan lingkungan. Tantangannya kini adalah memastikan implementasi berjalan adil dan efektif—mulai dari pengawasan, transparansi, hingga manfaat langsung untuk masyarakat lokal.

Related Posts

“Investasi Asing di Sektor Energi Indonesia: Arah dan Dampaknya”

Indonesia terus menarik perhatian investor asing di sektor energi, mencatatkan investasi signifikan yang mendukung transisi energi dan pembangunan infrastruktur. Beberapa proyek besar menunjukkan komitmen global terhadap potensi energi Indonesia.liputan6.com+1kompas.id+1 1.…

“BI Pangkas Suku Bunga 25 Bps ke 5,25%: Langkah Strategis Menghadapi Tekanan Eksternal dan Mendorong Pertumbuhan Ekonomi”

Pada 16 Juli 2025, Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25%. Keputusan ini merupakan bagian dari upaya BI untuk menjaga stabilitas…

You Missed

Gajah – Tulus: Lagu Masa Kecil Penuh Makna

Kau Adalah – Isyana Sarasvati & Rayi: Romansa yang Manis

Bali United Tundukkan PSIS Semarang di Pertandingan Sengit

PSS Sleman Tampil Menggigit Meski Kalah Tipis dari Persikabo

Cantik – Kahitna: Kekaguman pada Sosok Tersayang

Dekat di Hati – RAN: Kehangatan Cinta yang Selalu Ada