Tradisi budaya terbesar di Riau, Festival Pacu Jalur, resmi dibuka pada Rabu, 20 Agustus 2025, di Tepian Narosa, Kuantan Singingi. Pembukaan berlangsung meriah dengan parade jalur hias, tarian tradisional, serta pesta rakyat. Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka hadir langsung dan menaiki jalur hias sebagai simbol dimulainya festival.
Pacu Jalur sendiri merupakan lomba mendayung perahu panjang khas Kuantan Singingi yang sudah ada sejak ratusan tahun lalu. Ajang ini bukan sekadar kompetisi olahraga, tetapi juga sarana mempererat solidaritas antarwarga.
Panitia menargetkan jumlah penonton mencapai 1,5 juta selama periode 20–24 Agustus. Fenomena “aura farming” yang viral di media sosial membuat banyak anak muda tertarik datang, bukan hanya untuk menyaksikan lomba, tetapi juga untuk berburu momen foto.
Peserta tahun ini mencapai ratusan tim dari berbagai desa. Suasana di sekitar Tepian Narosa begitu semarak, dengan pedagang kaki lima dan UMKM yang kebanjiran pembeli.
Pemerintah daerah berharap festival ini bisa mendorong Riau menjadi destinasi wisata unggulan berbasis budaya. “Ini kebanggaan kami. Pacu jalur bukan hanya olahraga, tapi juga identitas masyarakat Riau,” kata Bupati Kuantan Singingi.
Festival ini diyakini mampu menggerakkan ekonomi lokal secara signifikan. Para pelaku usaha kecil menyebut omzet meningkat berlipat ganda dibanding hari biasa.