Jakarta, 20 Mei 2026 – Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang terus menunjukkan angka positif belakangan ini ternyata belum sepenuhnya diikuti peningkatan kesejahteraan masyarakat kelas menengah. Sejumlah pengamat ekonomi menyoroti fenomena menyusutnya jumlah penduduk kelas menengah meski perekonomian nasional mengalami pertumbuhan cukup stabil dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pertumbuhan ekonomi dan distribusi manfaat pembangunan yang dirasakan masyarakat. Kelas menengah selama ini dianggap sebagai salah satu penopang utama konsumsi domestik dan stabilitas ekonomi nasional karena memiliki daya beli relatif kuat. Oleh sebab itu, penyusutan kelompok ini dinilai dapat memberikan dampak terhadap pola konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi jangka panjang.
Pengamat ekonomi menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi secara makro tidak selalu langsung mencerminkan peningkatan kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat. Dalam beberapa kasus, pertumbuhan ekonomi bisa terkonsentrasi pada sektor tertentu atau kelompok pendapatan tertentu sehingga manfaatnya tidak merata. Kelas menengah disebut sangat rentan terhadap tekanan ekonomi seperti kenaikan biaya hidup, inflasi, ketidakpastian pekerjaan, dan menurunnya daya beli. Banyak keluarga yang sebelumnya masuk kategori kelas menengah kini disebut mengalami penurunan kemampuan ekonomi sehingga bergeser ke kelompok yang lebih rentan secara finansial. Fenomena tersebut menjadi perhatian karena kelas menengah memiliki peran besar dalam menjaga stabilitas konsumsi nasional.
Selain faktor ekonomi global, perubahan struktur pekerjaan juga disebut memengaruhi kondisi kelas menengah di Indonesia. Pengamat ketenagakerjaan menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, otomatisasi, dan perubahan pola industri membuat banyak pekerjaan tradisional mengalami tekanan. Di sisi lain, biaya pendidikan, kesehatan, dan kebutuhan hidup di perkotaan terus meningkat sehingga beban pengeluaran rumah tangga semakin besar. Dalam kondisi seperti ini, sebagian masyarakat mengalami kesulitan mempertahankan standar hidup mereka meski ekonomi nasional secara umum masih tumbuh positif. Oleh sebab itu, pertumbuhan ekonomi kini dinilai perlu lebih fokus pada penciptaan pekerjaan berkualitas dan peningkatan daya beli masyarakat.
Pemerintah disebut terus berupaya menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat perlindungan sosial dan pemberdayaan masyarakat produktif. Pengamat kebijakan publik menilai penguatan sektor UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, serta penciptaan lapangan kerja bernilai tambah menjadi langkah penting untuk memperkuat kembali kelas menengah Indonesia. Selain itu, stabilitas harga kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi juga dianggap sangat penting agar masyarakat tidak semakin terbebani oleh kenaikan biaya hidup. Banyak ekonom menilai keberadaan kelas menengah yang kuat akan menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang masih terus berlangsung, fenomena menyusutnya kelas menengah menjadi pengingat bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya diukur dari angka pertumbuhan semata, tetapi juga dari kualitas kesejahteraan masyarakat secara luas. Banyak pengamat berharap kebijakan ekonomi ke depan lebih fokus pada pemerataan manfaat pembangunan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat produktif. Dengan kelas menengah yang kuat dan stabil, ekonomi nasional dinilai akan memiliki fondasi lebih kokoh untuk menghadapi tantangan global di masa mendatang.






