Candi Muara Takus Melenggang Masuk KSPN: Pelestarian Tradisional & Peningkatan Pariwisata Riau 2025

Candi Muara Takus, situs purbakala Budha dari era Kerajaan Sriwijaya di Riau, mencuri perhatian lewat agenda besar tahun ini: masuk ke dalam Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN), pengembangan kepariwisataan berkelanjutan, dan pelestarian inovatif berbasis masyarakat lokal.


🌏 Masuk KSPN & Tinjauan Bappenas

Pada 2024–2025, Candi Muara Takus digadang menjadi KSPN. FGD antara Pemkab Kampar, Dinas Pariwisata, dan PUPR tengah memetakan infrastruktur, aksesibilitas, dan zonasi konservasi Budaya—dengan dukungan kunjungan Deputi Bappenas serta rencana penataan kawasan melalui studi dari Kementerian PUPR photodharma.net+15riau1.com+15mediacenter.riau.go.id+15.


🧱 Konservasi Warisan Budaya

Pelestarian tiga tahap sejak 2021 telah fokus pada Candi Mahligai, melibatkan masyarakat lokal dan mahasiswa arkeologi. Teknik konservasi ramah lingkungan—seperti penggunaan minyak atsiri dan pembersihan mekanis—menandai pendekatan yang sukses kebudayaan.kemdikbud.go.id.


👣 Pelibatan Masyarakat & Pariwisata Berkelanjutan

Studi dari UIN dan UPN Sorong menyoroti strategi pariwisata berbasis komunitas: penguatan home‑based enterprises, promosi budaya lokal, dan pelibatan warga desa sejak perintisan kawasan jurnal.kolibi.org. Hal ini memungkinkan peningkatan ekonomi sambil menjaga nilai sejarah dan lingkungan.


🏺 Penemuan Artefak dan Pengelolaan Museum

Sepuluh benda cagar budaya hasil ekskavasi 2013—seperti vajra, arca, dan cermin berlapis emas—diserahkan ke Dinas Kebudayaan Riau pada pertengahan 2024. Kini koleksi ini akan dipajang di Museum Daerah Sang Nila Utama untuk edukasi publik dan pelestarian ilmiah kebudayaan.kemdikbud.go.id+9iniriau.com+9detik.com+9.


📊 Ringkasan Fakta & Data

Aspek Detail
Luas Kompleks Dikelilingi pagar 74 × 74 m, empat bangunan berciri Srivijaya (Candi Mahligai, Tua, Bungsu, Palangka) repository.ipb.ac.id+12en.wikipedia.org+12es.wikipedia.org+12
Masuk KSPN FGD & studi PUPR–Bappenas sepanjang 2024/25
Konservasi Mahligai Tahap I–III (2021–2022), teknik tradisional, libatkan masyarakat & mahasiswa
Pelibatan masyarakat lokal Model CBT & Triple Bottom Line diadopsi untuk ekonomi & budaya
Temuan ekskavasi & koleksi museum 10 artefak: vajra, arca, cermin emas, fragmen logam diserahkan ke Disbud Riau

✅ Kesimpulan

Candi Muara Takus tengah memasuki era baru: dari warisan Sriwijaya menjadi ikon pariwisata berkelanjutan Nasional. Perpaduan strategi konservasi inovatif, pelibatan masyarakat, dan penataan kawasan menjadikan Muara Takus tidak hanya situs sejarah, tetapi juga pusat ekonomi kreatif dan destinasi budaya unggulan. Pencapaian ini patut diikuti oleh area serupa di seluruh nusantara.

Related Posts

Cook Islands: Pulau Tropis yang Tenang

Surga Pasifik Selatan yang Damai Cook Islands, atau Kepulauan Cook, adalah gugusan pulau tropis yang terletak di Samudera Pasifik Selatan. Terdiri dari 15 pulau kecil, destinasi ini terkenal dengan keindahan…

Edinburgh, Skotlandia: Kota Kastil dan Festival Dunia

Kota Bersejarah yang Megah Edinburgh, ibu kota Skotlandia, adalah salah satu kota paling menawan di Eropa. Terkenal dengan kastil megah yang menjulang di atas bukit batu vulkanik, kota ini memadukan…

You Missed

Gajah – Tulus: Lagu Masa Kecil Penuh Makna

Kau Adalah – Isyana Sarasvati & Rayi: Romansa yang Manis

Bali United Tundukkan PSIS Semarang di Pertandingan Sengit

PSS Sleman Tampil Menggigit Meski Kalah Tipis dari Persikabo

Cantik – Kahitna: Kekaguman pada Sosok Tersayang

Dekat di Hati – RAN: Kehangatan Cinta yang Selalu Ada