🚢 Perdagangan Global Kembali Terguncang: Laut Merah Jadi Titik Panas Baru Konflik Timur Tengah
Situasi keamanan di Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb kembali memburuk setelah kelompok milisi Houthi di Yaman meluncurkan serangkaian serangan drone dan rudal ke kapal-kapal dagang internasional yang melintasi jalur pelayaran vital tersebut. Dalam sepekan terakhir, tiga kapal kontainer dan satu tanker minyak dilaporkan rusak, memicu lonjakan premi asuransi dan pengalihan rute oleh perusahaan pelayaran global.
📍 Kronologi Serangan
-
6 Juli 2025: Kapal tanker berbendera Liberia diserang oleh drone bermuatan bahan peledak di perairan barat Yaman
-
8 Juli: Milisi Houthi mengklaim menargetkan kapal “terafiliasi dengan Israel dan AS” sebagai balasan atas serangan udara di Sana’a
-
9–11 Juli: Dua kapal niaga Rusia dan satu kontainer asal Singapura menjadi sasaran rudal balistik darat ke laut
🌍 Dampak Global
-
Perusahaan pelayaran besar seperti Maersk dan MSC mengalihkan rute melalui Tanjung Harapan, menambah 12–15 hari waktu tempuh
-
Harga minyak mentah melonjak 4,8% karena terganggunya pengiriman dari Teluk
-
Lonjakan biaya logistik global diperkirakan akan menambah tekanan inflasi di Eropa dan Asia Selatan
-
Terusan Suez, yang menangani lebih dari 12% perdagangan global, kini berada dalam status siaga tinggi
⚔️ Respons Internasional
-
Koalisi militer pimpinan AS dan Inggris meningkatkan patroli angkatan laut di Laut Merah
-
Mesir menyuarakan keprihatinan atas stabilitas ekonomi, sementara Arab Saudi memperingatkan dampak pada proyek ekspor Vision 2030
-
Iran dituduh mendukung logistik dan intelijen serangan, namun membantah terlibat langsung
🔥 Situasi Politik di Yaman
-
Gagalnya perundingan damai antara Houthi dan pemerintah Yaman di Muscat memperburuk eskalasi
-
Krisis kemanusiaan memburuk: lebih dari 19 juta orang membutuhkan bantuan darurat, menurut WFP
-
Houthi gunakan isu Palestina dan anti-Barat sebagai alat propaganda perekrutan pejuang baru
📌 Kesimpulan
Laut Merah, jalur perdagangan penting dunia, kini menjadi arena ketegangan geopolitik yang berdampak luas — bukan hanya di kawasan, tapi juga di pusat-pusat logistik, harga pangan, dan stabilitas energi global. Dunia harus bertindak tegas agar jalur laut tak berubah menjadi jalur perang yang memperpanjang penderitaan dan merusak rantai pasok internasional.