
Lombok, NTB, 11 Agustus 2025 — Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) resmi membuka kembali pendakian Gunung Rinjani mulai hari ini setelah penutupan sementara sejak 1 Agustus 2025 untuk evaluasi dan pembenahan jalur. Pembukaan ini disambut antusias para pendaki, operator wisata, dan pelaku UMKM lokal, terutama karena enam destinasi utama langsung kembali aktif menerima kunjungan.
Enam Destinasi yang Dibuka
Menurut Kepala BTNGR, destinasi yang dibuka meliputi:
-
Jalur Pendakian Senaru – populer untuk rute menuju Pelawangan Senaru.
-
Jalur Pendakian Sembalun – akses utama menuju puncak Rinjani (3.726 mdpl).
-
Jalur Pendakian Timbanuh – menawarkan jalur alternatif dengan pemandangan hutan tropis.
-
Danau Segara Anak – ikon Rinjani yang dikelilingi tebing kaldera.
-
Gunung Baru Jari – destinasi lava dome dengan nilai edukasi geologi tinggi.
-
Air Panas Aik Kalak – spot relaksasi alami di dekat danau.
Pembukaan dilakukan setelah evaluasi keselamatan jalur, pembersihan sampah, dan perbaikan fasilitas camping ground.
Alasan Penutupan Sementara
Sejak awal Agustus, BTNGR menutup seluruh jalur pendakian untuk:
-
Mitigasi risiko kecelakaan pada jalur yang rusak akibat hujan deras.
-
Pengendalian jumlah sampah yang meningkat pada musim liburan.
-
Pemeriksaan ekosistem untuk memastikan keberlangsungan flora dan fauna endemik.
Penutupan rutin ini menjadi bagian dari kebijakan konservasi agar ekosistem Rinjani tidak terganggu akibat overcapacity pengunjung.
Kuota dan Prosedur Baru
BTNGR menerapkan sistem kuota harian untuk menjaga daya dukung lingkungan:
-
Jalur Sembalun: maksimal 150 pendaki/hari.
-
Jalur Senaru: maksimal 120 pendaki/hari.
-
Jalur Timbanuh: maksimal 60 pendaki/hari.
Seluruh pendaki wajib melakukan pemesanan online melalui aplikasi resmi BTNGR, membayar tiket masuk, serta mengikuti briefing keselamatan sebelum pendakian.
Dampak Ekonomi Lokal
Pembukaan kembali Rinjani berdampak positif bagi:
-
Porter dan pemandu lokal yang pendapatannya meningkat.
-
Penginapan dan penyedia jasa transportasi yang menerima lonjakan pemesanan.
-
UMKM penyedia peralatan outdoor dan warung makan di desa-desa sekitar jalur pendakian.
Banyak pelaku usaha lokal mengaku telah menerima lonjakan booking bahkan sebelum tanggal pembukaan resmi.
Imbauan untuk Pendaki
BTNGR mengingatkan seluruh pendaki untuk:
-
Membawa kembali sampah (carry in–carry out).
-
Menggunakan jalur resmi dan tidak membuka rute baru.
-
Mematuhi batas waktu pendakian dan larangan membuat api unggun di area terlarang.
“Kami ingin pendakian berjalan aman, nyaman, dan tetap menjaga kelestarian alam. Rinjani adalah warisan yang harus dijaga bersama,” ujar Kepala BTNGR.
Kesimpulan:
Pembukaan kembali pendakian Gunung Rinjani pada 11 Agustus 2025 menjadi kabar gembira bagi pecinta alam dan pelaku wisata lokal. Dengan kuota dan prosedur baru, pengelola berharap dapat menjaga keseimbangan antara pariwisata dan konservasi, sehingga Rinjani tetap menjadi destinasi unggulan yang lestari dan aman bagi semua pengunjung.