Banyuwangi, Jawa Timur – Gunung Raung, salah satu gunung berapi paling menantang di Indonesia, kembali ramai didaki oleh para pencinta petualangan ekstrem. Dengan ketinggian 3.344 meter di atas permukaan laut, Gunung Raung terkenal karena trek pendakian yang menantang, kaldera raksasa yang menakjubkan, dan sensasi pendakian teknikal yang membutuhkan keterampilan khusus.
Gunung ini terletak di kawasan Banyuwangi dan Bondowoso, Jawa Timur, dan merupakan bagian dari Pegunungan Ijen. Jalur pendakian paling populer adalah via Kalibaru dan Sumberwringin, yang membutuhkan waktu 3–4 hari untuk mencapai puncak dan kembali ke basecamp.
Yang membuat Raung berbeda dari gunung lainnya adalah kaldera berbentuk lingkaran raksasa dengan diameter sekitar 2 kilometer. Kaldera ini dikelilingi tebing curam dan batuan vulkanik tajam, yang menghadirkan sensasi luar biasa sekaligus risiko tinggi.
“Gunung Raung bukan untuk pendaki pemula. Perlu peralatan lengkap seperti tali, harness, dan helm, terutama untuk menyeberangi jalur puncak yang sempit dan terjal. Tapi semua itu terbayar lunas ketika melihat kaldera yang luar biasa megah,” ujar Ferry Yulianto, pendaki senior yang telah mendaki Raung empat kali.
Untuk alasan keselamatan, banyak pendaki yang menggunakan jasa guide profesional dan porter lokal. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur juga mewajibkan pendaki melapor dan membawa surat keterangan sehat, mengingat tingkat kesulitan yang tinggi dan medan teknikal yang harus dilalui.
Meskipun ekstrem, Gunung Raung memiliki pesona alam yang luar biasa. Pemandangan matahari terbit dari puncaknya menyuguhkan siluet Pegunungan Ijen, Baluran, hingga Selat Bali. Di malam hari, langit yang cerah menjadi tempat sempurna untuk menikmati keindahan Milky Way.
Gunung Raung menjadi pilihan utama para pendaki yang ingin menguji adrenalin sekaligus mengagumi ciptaan alam yang mengagumkan. Dengan peralatan yang tepat, kesiapan fisik dan mental, serta kepedulian terhadap kelestarian alam, pendakian ke Gunung Raung akan menjadi pengalaman tak terlupakan.