Jakarta, 20 September 2026 – Sejumlah warga Rusia yang berada di Indonesia berharap pemilihan legislatif Rusia menjadi momentum untuk memperkuat hubungan bilateral antara Rusia dan Indonesia. Harapan tersebut disampaikan warga Rusia yang menggunakan hak pilih di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta pada Minggu (20/9/2026). Pemungutan suara bagi warga Rusia di Indonesia diselenggarakan di dua lokasi, yakni Jakarta dan Denpasar, Bali. Pemilih dapat mendatangi tempat pemungutan suara dengan membawa dokumen identitas yang dipersyaratkan. Pemilu tersebut menjadi bagian dari pemilihan anggota Duma Negara sekaligus sejumlah pemilihan tingkat daerah di Rusia.
Salah seorang pemilih, Iaroslava Radugina, mengatakan dirinya berharap semakin banyak peluang kerja sama antara Indonesia dan Rusia setelah pemilu berlangsung. Radugina telah tinggal di Indonesia selama sekitar dua tahun dan saat ini menempuh pendidikan tinggi di Jakarta. Pemilu kali ini menjadi pengalaman pertamanya menggunakan hak pilih setelah memenuhi persyaratan usia sebagai pemilih. Ia memandang pemilu sebagai momentum penting bagi masyarakat Rusia untuk menentukan arah pemerintahan dan parlemen ke depan. Sebagai bagian dari generasi muda, ia juga berharap hasil pemilu dapat membuka lebih banyak peluang bagi anak muda di berbagai bidang.
Harapan serupa disampaikan Olga Lukianova yang turut memberikan suara di Jakarta. Ia berharap hubungan Rusia dan Indonesia terus berkembang di berbagai sektor setelah proses politik tersebut selesai. Selain hubungan bilateral, Lukianova mengharapkan parlemen Rusia mendatang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan, kesehatan, dan kualitas kehidupan masyarakat. Ia juga menilai proses pemungutan suara di Kedutaan Besar Rusia di Jakarta berlangsung aman dan lancar. Kondisi tersebut membuat warga Rusia dapat menggunakan hak pilih tanpa mengalami kendala keamanan berarti.
Pemilihan legislatif Rusia berlangsung selama tiga hari pada 18–20 September 2026. Pemilu tersebut menentukan anggota Duma Negara yang merupakan majelis rendah parlemen Rusia, serta digelar bersamaan dengan sejumlah pemilihan kepala daerah dan legislatif daerah. Sebanyak 11 partai politik berpartisipasi dalam pemilu tersebut. Di Indonesia, tempat pemungutan suara dibuka selama 12 jam mulai pukul 08.00 hingga 20.00 waktu setempat. Penghitungan suara dilakukan setelah tempat pemungutan suara ditutup sebelum hasilnya diproses lebih lanjut oleh komisi pemilihan.
Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyebut pemilihan legislatif tersebut sebagai salah satu agenda politik domestik penting bagi negaranya karena akan menentukan komposisi parlemen mendatang. Pihak kedutaan memperkirakan hingga sekitar 500 warga Rusia dapat menggunakan hak pilih di Jakarta, meskipun jumlah akhirnya bergantung pada partisipasi pemilih. Denpasar juga menjadi lokasi pemungutan suara karena sebagian besar warga Rusia yang berada di Indonesia terkonsentrasi di Bali. Kepolisian Indonesia turut memberikan dukungan pengamanan di kedua lokasi pemungutan suara. Tolchenov menyampaikan apresiasi atas dukungan tersebut sehingga proses pemilihan dapat berjalan dengan tertib.
Harapan warga Rusia mengenai penguatan hubungan bilateral muncul ketika Indonesia dan Rusia memasuki tahun ke-76 hubungan diplomatik pada 2026. Kerja sama kedua negara telah berkembang dalam bidang perdagangan, investasi, energi, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kebudayaan, hingga sejumlah bidang strategis lainnya. Nilai perdagangan bilateral pada 2025 tercatat mencapai sekitar 5 miliar dolar AS. Pemerintah kedua negara juga telah membangun kerangka kemitraan strategis dan mendorong implementasi berbagai kesepakatan yang dicapai dalam pertemuan tingkat tinggi. Hubungan antarparlemen juga menjadi salah satu jalur yang digunakan untuk memperluas kerja sama tersebut.
Pemilu Rusia pada akhirnya tidak hanya menjadi agenda politik domestik bagi warga yang berada di negaranya, tetapi juga melibatkan pemilih yang tinggal atau sedang berada di luar negeri, termasuk Indonesia. Bagi warga Rusia yang memberikan suara di Jakarta, proses tersebut sekaligus menjadi kesempatan menyampaikan harapan mengenai arah negaranya dan hubungan dengan Indonesia. Hasil pemilu akan menentukan komposisi baru Duma Negara dan memengaruhi dinamika politik Rusia dalam periode berikutnya. Sementara itu, kerja sama Indonesia-Rusia tetap berjalan melalui hubungan antarpemerintah, parlemen, dunia usaha, pendidikan, dan hubungan antarmasyarakat. Harapan yang disampaikan para pemilih di Jakarta menunjukkan bahwa penguatan hubungan kedua negara juga mendapat perhatian dari komunitas Rusia yang berada di Indonesia.





