Jakarta, 27 September 2026 – Kebakaran melanda kawasan permukiman di Jalan Kampung Muka RT 09/RW 04, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, Minggu (27/9) pagi. Sekitar 20 rumah semi permanen terdampak dalam kejadian tersebut. Bangunan yang terbakar dihuni 110 kepala keluarga dengan jumlah sekitar 380 jiwa. Luas area yang dilalap api diperkirakan mencapai 1.800 meter persegi.
Kepala Seksi Operasi Gulkarmat Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu Gatot Sulaeman mengatakan petugas menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.30 WIB. Tim pemadam kemudian langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan penanganan. Operasi pemadaman mulai dilakukan sekitar pukul 08.41 WIB. Sebanyak 19 unit mobil pemadam bersama 95 personel dikerahkan untuk mengendalikan kobaran api.
Petugas berupaya melokalisasi api agar tidak semakin meluas ke bangunan lain di kawasan permukiman tersebut. Setelah kobaran utama berhasil dikendalikan, operasi dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat titik panas yang berpotensi kembali menyala. Seluruh proses penanganan berlangsung sekitar dua jam. Api akhirnya dinyatakan berhasil dipadamkan pada pukul 10.41 WIB.
Dugaan sementara menunjukkan kebakaran dipicu gangguan listrik. Berdasarkan keterangan saksi, sempat terdengar suara ledakan yang diduga berasal dari korsleting listrik pada sebuah rumah kontrakan lantai dua. Penghuni lantai pertama awalnya mengira suara tersebut berasal dari benda yang jatuh. Tidak lama kemudian warga mengetahui api telah membesar dan segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Kondisi rumah yang sebagian merupakan bangunan semi permanen membuat api dapat menyebar dengan cepat. Petugas memusatkan penanganan pada pemadaman sekaligus pencegahan perambatan ke bagian permukiman lainnya. Setelah situasi dinyatakan terkendali, pemeriksaan dilakukan terhadap area yang terdampak. Hingga laporan awal disampaikan, tidak terdapat informasi mengenai korban jiwa akibat peristiwa tersebut.
Besaran kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan. Banyaknya rumah yang terdampak membuat 110 KK harus menghadapi kerusakan tempat tinggal dan berbagai barang milik mereka. Petugas terkait masih melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai dampak kejadian. Penyelidikan juga diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran, meskipun gangguan listrik menjadi dugaan awal.
Peristiwa di Pademangan kembali menunjukkan besarnya risiko kebakaran di lingkungan permukiman padat. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi potensi korsleting, terutama pada bangunan yang dihuni banyak keluarga. Kesiapan akses bagi kendaraan pemadam dan kesadaran warga untuk segera melapor juga berperan dalam mempercepat penanganan ketika api muncul. Penanganan terhadap warga terdampak selanjutnya menjadi perhatian setelah proses pemadaman selesai dilakukan.





