Dalam beberapa tahun terakhir, sepak bola Indonesia mencatat kemajuan penting melalui hadirnya pemain-pemain yang berkarier di luar negeri. Di antara mereka, dua nama yang paling konsisten dan menjadi sorotan adalah Asnawi Mangkualam dan Elkan Baggott. Keduanya bukan hanya memperkuat timnas Garuda, tetapi juga membawa nama Indonesia menembus persaingan sepak bola internasional dengan kiprah membanggakan di Korea Selatan dan Inggris.
Asnawi Mangkualam: Pelopor di Korea Selatan
Asnawi menjadi pemain Indonesia pertama yang bermain di K League, kompetisi papan atas Korea Selatan. Bergabung pertama kali dengan Ansan Greeners di K League 2 pada 2021, ia sempat diragukan karena statusnya sebagai pemain ASEAN. Namun, performanya justru menjawab semua keraguan.
Setelah dua musim solid di Ansan, Asnawi hijrah ke Jeonnam Dragons, di mana ia berkembang menjadi bek kanan tangguh dengan kemampuan menyerang yang meningkat. Ia dikenal karena:
-
Daya jelajah tinggi
-
Kecepatan dan duel satu lawan satu
-
Kedisiplinan taktik ala Korea
Pada musim 2024/2025, Asnawi bahkan menjadi kapten kedua Jeonnam Dragons dan menjadi panutan bagi pemain-pemain muda ASEAN yang ingin merintis karier di Korea. Ia juga berperan penting dalam mempererat kerja sama sepak bola Indonesia–Korea.
Elkan Baggott: Tembus Persaingan Ketat Inggris
Elkan Baggott adalah bek tengah jangkung berdarah Indonesia-Inggris yang mengawali karier di akademi Ipswich Town. Sejak debut profesional pada 2021, Baggott secara bertahap naik level. Ia sempat menjalani peminjaman di klub-klub League One dan Championship, seperti Gillingham, Cheltenham, dan Bristol Rovers.
Tahun 2024 menjadi titik balik saat Elkan resmi dipermanenkan oleh klub Championship Millwall FC, dengan menit bermain reguler dan performa yang kian matang. Keunggulannya terletak pada:
-
Postur 1,94 meter yang ideal untuk duel udara
-
Pembacaan permainan yang cerdas
-
Kepemimpinan di lini belakang
Meski masih muda, Elkan telah menjadi starter reguler timnas Indonesia di posisi bek tengah, memberikan stabilitas dan pengalaman internasional yang jarang dimiliki pemain lokal lainnya.
Dampak terhadap Timnas Indonesia
Kehadiran Asnawi dan Elkan di luar negeri telah mengangkat standar permainan timnas Indonesia. Mereka membawa:
-
Mentalitas kompetitif
-
Disiplin taktik dan latihan ala luar negeri
-
Kepercayaan diri saat menghadapi lawan kuat di Asia
Kolaborasi keduanya terlihat jelas dalam berbagai ajang, termasuk Piala AFF, Kualifikasi Piala Dunia, dan SEA Games, di mana mereka menjadi pemimpin di lini pertahanan dan transisi permainan.
Inspirasi Bagi Generasi Muda
Kiprah Asnawi dan Elkan bukan hanya prestasi pribadi, melainkan jalan pembuka bagi pemain-pemain muda Indonesia lainnya. Kini, lebih banyak klub luar negeri mulai melirik talenta Indonesia, termasuk Marselino Ferdinan, Pratama Arhan, Rafael Struick, hingga pemain-pemain U-20.
Akademi sepak bola lokal dan PSSI juga mulai fokus pada pengembangan model ekspor pemain, melihat contoh dari Korea, Jepang, dan Australia yang sukses membina pemain untuk pasar Eropa dan Asia.
Kesimpulan: Duta Sepak Bola Merah Putih
Asnawi dan Elkan adalah dua duta terbaik Indonesia di sepak bola internasional saat ini. Dengan kerja keras, dedikasi, dan mental baja, mereka membuktikan bahwa pemain Indonesia bisa bersaing di luar negeri. Kiprah mereka bukan hanya memperkuat timnas, tetapi juga memperkuat mimpi—bahwa anak-anak Indonesia bisa bersinar di panggung dunia.