
Kuala Lumpur, Malaysia – Prestasi gemilang kembali dicetak Indonesia di kancah global, kali ini dalam dunia esports sepak bola digital. Tim Nasional eFootball Indonesia berhasil meraih gelar Juara Dunia eFootball 2025, dalam ajang eFootball World Championship yang digelar oleh Konfederasi eFootball Internasional (IeFA), setelah Muhammad Ilham Darmawan, pemain muda asal Bandung, menundukkan wakil Brasil Lucas “LuKaZin” Almeida dalam laga final yang menegangkan dengan skor agregat 4-3.
Kemenangan ini menjadi sejarah baru bagi Indonesia, sebagai negara Asia pertama yang memenangkan ajang dunia eFootball, dan menempatkan nama Ilham di jajaran legenda baru dunia esports sepak bola.
Perjalanan Menuju Final: Dominasi dan Strategi Modern
Turnamen bergengsi ini diikuti oleh 64 negara, dengan sistem kualifikasi regional yang ketat. Indonesia lolos ke babak utama setelah menjuarai Zona Asia Tenggara. Di fase grup, Ilham mengalahkan pemain dari Jerman, Maroko, dan Korea Selatan. Pada babak knockout, ia menyingkirkan lawan tangguh:
-
Perempat final: menang atas Perancis (2-1)
-
Semifinal: mengalahkan Jepang (3-2 setelah perpanjangan waktu)
-
Final: vs Brasil, duel klasik antara gaya teknis Latin dan strategi taktis Asia
Dalam laga puncak yang disiarkan secara langsung ke 40 negara dan ditonton lebih dari 2 juta penonton daring, Ilham sempat tertinggal 0-2 di leg pertama. Namun, di leg kedua ia bangkit dan mencetak 4 gol brilian menggunakan formasi 3-2-4-1 pressing high line, strategi yang ia pelajari secara mandiri dari pelatihan daring dan simulasi AI.
Muhammad Ilham Darmawan: Dari Warung Internet ke Panggung Dunia
Ilham, 19 tahun, berasal dari Kecamatan Cibeunying, Kota Bandung. Ia dikenal sebagai anak warnet yang gigih, mulai bermain game sepak bola sejak usia 9 tahun dengan konsol bekas milik kakaknya. Dengan dukungan dari komunitas lokal dan semangat autodidak, Ilham menjelma menjadi salah satu pemain eFootball paling disiplin dan analitis.
“Saya tidak hanya main game. Saya belajar psikologi lawan, pergerakan mikro, dan simulasi situasi seperti pelatih sungguhan. Saya percaya Indonesia bisa menang bukan karena hoki, tapi karena disiplin,” kata Ilham dalam konferensi pers pasca-kemenangan.
Dukungan Pemerintah dan Dunia Esports Tanah Air
Presiden RI memberikan selamat melalui tayangan video:
“Kemenangan Ilham adalah kemenangan bangsa. Di era digital, talenta Indonesia bisa bersinar di semua bidang. Kami akan terus mendukung generasi muda yang berani melampaui batas.”
Menpora dan Komite Esports Indonesia (IESPA) juga mengumumkan bahwa Ilham akan mendapatkan bonus Rp1 miliar, serta dijadikan duta eFootball Indonesia, bertugas menginspirasi atlet-atlet digital di 10 kota besar.
Dampak Sosial dan Industri: Perubahan Paradigma Esports
Kemenangan ini dipandang sebagai tonggak penting dalam pengembangan esports sebagai profesi dan sektor ekonomi kreatif yang sah. Komunitas eFootball Indonesia, yang semula dipandang sebelah mata dibandingkan game battle royale dan MOBA, kini mendapatkan panggung nasional.
Event ini juga memicu lonjakan unduhan game eFootball 2025 di PlayStation, PC, dan perangkat mobile hingga 400% di Indonesia hanya dalam 24 jam.
Pihak KONI kini tengah menyiapkan Liga eFootball Nasional, lengkap dengan sistem akademi dan pelatihan berbasis sekolah vokasi, bekerja sama dengan produsen game Konami dan pengembang lokal.
Menuju Olimpiade Esports 2026
Sebagai bagian dari hasil kemenangan ini, Indonesia akan menjadi unggulan dalam Olimpiade Esports 2026 yang akan digelar di Seoul, Korea Selatan. Ilham direncanakan menjadi kapten tim nasional eFootball dan akan memimpin skuad Indonesia untuk memperebutkan medali emas.
Penutup
Kemenangan Muhammad Ilham Darmawan di Kejuaraan Dunia eFootball 2025 adalah bukti bahwa semangat, bakat, dan kerja keras mampu membawa anak Indonesia ke panggung tertinggi dunia digital. Dari bilik warnet kecil di Bandung hingga panggung megah internasional, Ilham membuktikan bahwa mimpi itu nyata—jika diperjuangkan dengan dedikasi dan cinta terhadap apa yang dikerjakan.