
Jakarta, 15 Juli 2025 – Prestasi membanggakan diraih oleh tim panjat tebing Indonesia dalam ajang IFSC Climbing World Cup 2025 yang digelar di Innsbruck, Austria. Atlet nasional Indonesia, Rahmad Wicaksono dan Fitria Zahrani, sukses meraih medali emas dan perak di nomor speed dan boulder mix, mencetak sejarah sebagai tim Asia Tenggara pertama yang mendominasi dua podium utama.
Kesuksesan ini langsung berdampak pada melonjaknya minat generasi muda Indonesia terhadap olahraga panjat tebing. Dalam sebulan terakhir, pendaftaran ke komunitas dan tempat latihan climbing gym di kota-kota besar meningkat hingga 300 persen, menurut data dari Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI).
Olahraga Ekstrem yang Kian Populer
Panjat tebing, yang dulunya dianggap sebagai olahraga ekstrem terbatas bagi pecinta alam, kini mulai bergeser menjadi lifestyle sport di kalangan urban, khususnya Gen Z. Banyak dari mereka tertarik karena:
-
Nilai adrenalin dan tantangan mental
-
Visualisasi gerakan yang estetik untuk konten media sosial
-
Manfaat fisik menyeluruh: daya tahan otot, fleksibilitas, fokus, dan ketahanan psikologis
-
Komunitas inklusif dan suportif
Platform seperti TikTok dan Instagram dipenuhi video pendek dari para pemanjat muda yang menampilkan teknik, gaya berpakaian climbing, hingga “climb with me” POV yang menjadi viral.
Infrastruktur Climbing Gym Tumbuh Pesat
Menjawab tingginya permintaan, berbagai climbing gym dan wall training center bermunculan di kota-kota besar. Di Jakarta, Bandung, Surabaya, hingga Makassar, nama-nama seperti ClimbHive, BatuBatu Studio, dan Gravitasi.id menawarkan fasilitas indoor climbing lengkap:
-
Wall speed resmi IFSC
-
Boulder route buatan pelatih nasional
-
Pelatihan untuk pemula dan anak-anak mulai usia 7 tahun
-
Kelas lanjutan dengan pelatih bersertifikat internasional
Komunitas pemanjat juga aktif menyelenggarakan open competition, pendakian alam bersama, dan climbing-camp sebagai kegiatan alternatif rekreasi yang sehat dan membangun mental.
Peran Pemerintah dan Dukungan Sponsor
Kementerian Pemuda dan Olahraga serta FPTI telah mengalokasikan anggaran khusus untuk:
-
Membangun dinding panjat di sekolah dan kampus
-
Mengadakan pelatihan wasit dan pelatih regional
-
Mengintegrasikan panjat tebing dalam ekstrakurikuler olahraga nasional
-
Melibatkan atlet dalam kampanye edukatif ‘Olahraga Aman dan Seru’
Sponsor besar seperti Eiger, Bank BRI, dan Pocari Sweat turut terlibat dalam program pembinaan atlet muda dan pengadaan alat panjat berkualitas.
Penutup: Dari Dinding ke Dunia
Panjat tebing tak lagi hanya soal ketinggian dan tali — ia telah menjadi simbol kekuatan, kesabaran, dan determinasi, nilai-nilai yang sangat selaras dengan semangat generasi muda Indonesia hari ini.
Dengan prestasi internasional yang terus bertumbuh dan dukungan komunitas yang makin solid, panjat tebing siap menjadi ikon baru olahraga nasional Indonesia. Dan mungkin, generasi emas Olimpiade Indonesia akan lahir dari dinding-dinding yang kini dipenuhi jejak tangan pemuda pemula hari ini.