Jakarta, 12 Juni 2026 – Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Rusdi Kirana menegaskan bahwa partainya menempatkan kepentingan rakyat sebagai pusat dalam setiap arah pembangunan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai bentuk komitmen PKB untuk mendorong kebijakan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemerataan pembangunan, serta penguatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan harus memberikan manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa meninggalkan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus. Pendekatan tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan.
Rusdi Kirana menyampaikan bahwa kebijakan pembangunan perlu dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dengan memperhatikan kondisi sosial, ekonomi, dan budaya di berbagai daerah. Ia menilai partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan menjadi faktor penting agar kebijakan yang dihasilkan mampu menjawab tantangan di lapangan. Selain itu, sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat juga diperlukan untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional. Kolaborasi lintas sektor diyakini dapat meningkatkan efektivitas pelaksanaan berbagai program.
Dalam pandangan PKB, pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, kesempatan kerja, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat menjadi bagian yang dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan kesejahteraan yang merata. Oleh karena itu, kebijakan publik diharapkan mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat di berbagai wilayah. Pendekatan tersebut juga dinilai dapat memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi nasional.
Sejumlah pengamat kebijakan publik menilai bahwa pembangunan yang berpusat pada masyarakat merupakan salah satu prinsip penting dalam tata kelola pemerintahan modern. Pendekatan tersebut mendorong penyusunan kebijakan berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat sekaligus memperkuat partisipasi publik dalam proses pembangunan. Transparansi, akuntabilitas, serta evaluasi yang berkelanjutan juga menjadi faktor penting untuk memastikan setiap program berjalan secara efektif. Dengan demikian, manfaat pembangunan dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat.
PKB juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta berbagai elemen masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal, peningkatan kapasitas pelaku usaha, dan pemberdayaan masyarakat dinilai dapat menjadi penggerak pertumbuhan yang lebih inklusif. Selain itu, pemanfaatan teknologi dan inovasi juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik di berbagai sektor. Sinergi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pemerataan pembangunan.
Di sisi lain, pembangunan yang berorientasi pada rakyat juga memerlukan kebijakan yang adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi dan sosial. Pemerintah bersama para pemangku kepentingan diharapkan terus melakukan evaluasi terhadap berbagai program agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan berbasis data serta keterbukaan dalam proses pengambilan keputusan dinilai mampu meningkatkan kualitas kebijakan publik. Hal tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proses pembangunan nasional.
Penegasan Rusdi Kirana bahwa PKB menempatkan rakyat sebagai pusat pembangunan mencerminkan pentingnya kebijakan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, pemerataan, dan peningkatan kualitas hidup. Melalui kolaborasi lintas sektor, partisipasi masyarakat, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel, pembangunan diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih merata sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan nasional yang berkelanjutan.






