Jakarta, 5 Oktober 2026 – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mendorong penguatan partisipasi serta kepemimpinan perempuan di kawasan ASEAN. Peningkatan keterlibatan perempuan dinilai penting dalam mendukung pembangunan yang inklusif sekaligus memastikan perempuan memperoleh kesempatan lebih luas dalam proses pengambilan keputusan. Kerja sama antarnegara ASEAN menjadi salah satu unsur penting untuk mencapai tujuan tersebut.
Partisipasi perempuan tidak hanya berkaitan dengan keterwakilan, tetapi juga kesempatan untuk memberikan kontribusi secara nyata di berbagai bidang. Perempuan perlu mendapatkan akses yang setara terhadap pendidikan, pekerjaan, kewirausahaan, teknologi, serta ruang kepemimpinan. Lingkungan yang mendukung diperlukan agar potensi tersebut dapat berkembang secara optimal.
Penguatan kepemimpinan perempuan juga memiliki peran penting dalam pembangunan ekonomi dan sosial di kawasan. Semakin luas kesempatan perempuan untuk terlibat dalam pengambilan keputusan, semakin beragam pula perspektif yang dapat dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan. Hal tersebut dapat membantu menghadirkan program pembangunan yang lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Di tingkat ASEAN, kolaborasi diperlukan karena setiap negara menghadapi tantangan yang berbeda dalam meningkatkan pemberdayaan perempuan. Pertukaran pengalaman, pengembangan program bersama, dan peningkatan kapasitas dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat kemajuan. Kerja sama regional juga dapat membantu memperkuat komitmen terhadap kesetaraan kesempatan.
Perhatian terhadap generasi muda perempuan menjadi bagian penting dalam membangun kepemimpinan masa depan. Akses terhadap pendidikan berkualitas, keterampilan digital, jaringan profesional, serta pendampingan dapat meningkatkan kesiapan mereka memasuki berbagai sektor. Dukungan tersebut juga diperlukan agar perempuan memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk mengambil peran strategis.
Upaya memperluas partisipasi perempuan tetap membutuhkan dukungan dari pemerintah, dunia usaha, lembaga pendidikan, komunitas, serta keluarga. Hambatan sosial maupun struktural yang membatasi kesempatan perempuan perlu terus dikurangi. Pada saat yang sama, perlindungan terhadap perempuan dari diskriminasi dan kekerasan menjadi fondasi penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan setara.
Dorongan Menteri PPPA terhadap penguatan partisipasi dan kepemimpinan perempuan di ASEAN diharapkan memperkuat agenda pemberdayaan di tingkat regional. Kolaborasi yang konsisten dapat membuka lebih banyak ruang bagi perempuan untuk berkontribusi dalam pembangunan. Dengan kesempatan yang semakin luas, perempuan di kawasan ASEAN diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam membentuk masa depan ekonomi dan sosial kawasan.





